Sabtu, 22 April 2017

Panties Pizza

Assalamualaikum, pembaca kece.

Aku mau nulis lagi nih, wisata kuliner di Malang, tapi ini makanan modern yang sedang hitz, hahaha. Bakal bahas tentang pizza, makanan khas luar negeri. So, sepertinya gak bisa dikatain kudapan legendaris Indonesia. Kali ini aku berkunjung ke "Panties Pizza" yang terletak di Ruko Grand Soekarno Hatta, Jl. Soekarno Hatta Kav.5, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142, Indonesia.


Kesan pertama kali masuk ke 'tempat makan' ini adalah "Kok, sepi sih?" hahaha, entah kenapa berfikiran begitu soalnya aku pikir tempatnya bakal rame dan antre panjang. Ternyata, hanya segelintir manusia yang menunggu pesanannya di lantai 2, hmm. Tempatnya bersih, tanpa bau apapun pada saat itu. Sebelumnya kita pesan dan bayar dulu, baru boleh makan. Interior-nya menurutku keren banget dengan model shabby chic mix vintage, keliatan cantik dan betah buat berlama-lama disitu. 


Ada banyak varian pizza yang disajikan dari coklat, daging, dan sosis, yang disajikan dalam bentuk yang bermacam-macam. Yang paling khas dari panties pizza yaitu kejunya yang molor atau meleleh, dan itu rasanya yummy banget. Kisaran harganya sekitar 20.000 - 30.000an dengan 4 potong pizza, kalau mau nambah double keju atau apalah namanya itu bayar 7.000 lagi, mungkin tambah tebal aja tuh kejunya.Ya, harganya masih terjangkau dan sesuai dengan rasa lah ya, namun sayangnya minumannya yang harganya gak logis banget hampir semua di atas 10.000 dan mineral waternya harganya double dari harga di warung-warung. Aku beli Western Lemon Tea aja 13.000, separuh dari harga pizzanya. Wah, jadi mikir nih. Huhuhu. Ohya, jangan lupa bayar pajak tempatnya + bayar parkir, kira-kira 10.000an dah, gak penting banget ya. Tapi buat mahasiswa, tuh 10.000 bisa dibeli nasi lalapan deh, hehehe.


Ini nih penampakan Western Lemon Tea, gelasnya pake karton bukan gelas kaca lho ya. Pizzanya juga dibungkus dengan kertas roti disajikan di atas anyaman menjalin bambu/rotan. Gak tau kenapa bukan barang pecah belah, mungkin mudah bersihinnya kali ya, tapi ngebanyakin sampah juga sih. Tapi pendapat personal nih ya, makanan yang disajikan di piring atau gelas keramik/kaca itu ibarat menempatkan rezeki dari Allah ke tempat yang baik sekaligus bentuk bersyukur kepada-Nya. Jadi kalau perumpamaan orang nih ya, dia itu dihormati dan diajeni ketika bertamu. 


Oke, pembaca kece. Segitu aja sih cerita tentang Panties Pizza Malang, semoga bermanfaat untuk mendapatkan referensi jika berkunjung ke Malang. Jangan lupa beri komentar dan saran jika ada yang mau dikeluhkan atau ditanyakan. Terimakasih.

Wassalamualaikum, pembaca kece. See you on my next post!

Senin, 17 April 2017

Bakso President Malang


Assalamualaikum, readers.

Pos pertamaku yang bertajuk wisata kuliner nih, weekend mulai tanggal 14, 15, dan 16 April 2017 aku punya rencana mencari makanan paling ikonik di Malang. Salah satunya adalah Bakso President, pertama kali tahu ada warung makan ini di program TV apa gitu. Hehehe. 

Perjalanan ke warung ini sungguh miris tapi kalo inget lucu juga, kesasar mencari tempat baru di Malang adalah sesuatu yang lumrah bagi mahasiswa perantauan sepertiku. Nha, nyari Bakso President ini sempat salah jalan ke Jalan Besar Ijen yang muter-muter, kenapa? Teman saya bingung baca Google Maps, Astagfirullah (soalnya aku jadi yang nyetir motornya). Nha, ketika hampir sampai di warung ini ternyata kebablasan hingga 1 km lebih kira-kira, jadilah balik lagi belok ke Jl. W.R. Supratman. Bakso President terletak di Jl. Batanghari No. 5, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Letaknya nyempil banget, gak terdeteksi mata (ini serius) di belakang Hotel Savana, dekat banget dengan rel kereta api 2 m lah. Kenapa gak terdeteksi mata? Karena warungnya di belakang ruko-ruko, ada jalan kecil belokan gitu, gak nyangka banget pas nyampe sini. Tempat senyempil ini, pengunjungnya rame banget, aku antre dari pintu masuk lho! Sungguh perjuangan mendapatkan bakso paling ikonik nih, wkwk.



Hati-hati kalo mau nyebrang ya, teman-teman. Kadang ada kereta api lewat lho, hati-hati banget soalnya tanpa palang pintu, jadi tengok kanan-kiri dulu sebelum nyebrang. Kalo pas kereta api lewat tuh dan posisi sedang makan bakso, serius rasanya bergetar banget wilayah sekitar situ, sense of dekat rel kereta tuh, wkwk. Pertama kalinya saya sedekat ini dengan kereta lewat, wajib dicoba bagi kalian yang pengen ngerasain sensasi makan ketika kereta lewat.


#BackToReality ngomongin baksonya ya, jadi ngomongin kereta aja. Setelah kira-kira 15-20 menit mengantre untuk mendapatkan semangkok bakso dan akhirnya saya mencicipinya. Gimana rasanya? Rasanya enak, seperti bakso pada umumnya ya. Soalnya saya punya langganan bakso di Kabupaten Trenggalek yang rasanya lebih yahud. Hehehe. Rasa penasaran saya terjawab, ya beginilah seperti bakso biasanya, namun sensasinya yang bikin keren dan gak terlupakan. Berapa harganya? Harganya mahal bagi kantong mahasiswa, wkwk. Seporsi menu "bakso biasa" harganya Rp. 16.000 dan 1 tusuk bakso bakar (4 biji) Rp. 12.000. Aku suka bakso bakarnya, enak beneran. Namun sangat disayangkan, waktu itu saus kecapnya menurut lidahku terasa asin. Banyak banget kok menunya disini, tinggal pilih bijian ataupun paketan terserah pelanggan. Aku saranin kalo pilih tempat duduk di luar ruangan aja, biar gak engap. Hehehe. Pernah kereta lewat, aku makan 1 biji terakhir bakso bakar, dan rasanya bergetar itu tempatnya, asyik gitu. Baru pertama kali ngerasain, wkwk.



Beli lagi gak, cha? Kalau dibeliin bakso bakarnya mau, wkwk.

Sekian dulu ya, readers. Kalo ada kritik dan saran comment aja, hehe. Tunggu pos-pos wisata kuliner selanjutnya. Tadaaah!
Wassalamualaikum, readers.

Selasa, 04 April 2017

Pengaruh Kecerdasan terhadap Kesuksesan Manusia

Manusia kini mudah termotivasi dengan cerita sukses orang lain seperti Bill Gates (penemu Microsoft), Mark Zuckerberg (penemu Facebook), Dr. Zakir Naik (ulama perbandingan agama), atau Malala Yousafzai (kandidat termuda untuk nobel perdamaian). Tekhnologi kian menuhankan diri di segala seluk beluk kehidupan. Menjadikan kebutuhan semakin praktis dan supercepat untuk mengakses informasi di seluruh dunia. Hakikatnya, kunci manusia sukses terletak pada keseimbangan hidup dalam dirinya, baik di dunia atau akhirat. Semua manusia menginginkan kesuksesan dalam hidupnya, tak terkecuali pekerjaan, kekayaan, dan pendidikan. Namun, manusia adalah sosok yang sangat mudah memberi kelonggaran pada diri sendiri. Dalam keadaan letih, putus asa, dan mulai kehilangan percaya diri, disiplin mudah sekali kendur. Memang meraih sukses tidak mudah, banyak gagal sama dengan banyak belajar. Setiap kegagalan yang dihadapi harusnya bisa mengambil pelajaran yang kemudian menjadi petunjuk bagi langkah selanjutnya. Jika manusia benar-benar mencintai dan meyakini sebuah pekerjaan, tumbuhkan pula passion atau hasratnya salah satunya mengembangkan potensi kecerdasan diri.

                Mengisi hal-hal positif dan membuka lebar jagat pikiran adalah cara menggali potensi diri manusia. Pada dasarnya, manusia zaman ini adalah Homo Sapiens (manusia cerdas) dan tidak ada manusia lahir tanpa potensi diri. Kecerdasan manusia ada delapan yaitu intrapersonal, interpersonal, linguistik, matematis/logika, visual, kinetik, musikal, dan naturalis. Sehingga, menurut sistem pendidikan dari UNESCO dan Nasional yakni belajar untuk memahami dan menghayati, belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, dan belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap pribadi akan mempola diri sesuai yang diinginkan, maka menemukan sesuatu yang membuat bahagia adalah hal yang patut diperjuangkan. Nilai-nilai atau strategi sukses muncul dari perjuangan nyata, bukan lahir dari teori untuk kemudian dikumandangkan sebagai nasihat tanpa pembuktian konkret.

                Kesuksesan manusia tergantung kecerdasannya. Kecerdasan tidak hanya secara kognitif saja, namun emosi berperan penting dalam menentukan tindakan seseorang. Seorang yang cerdas mampu mengoptimalkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki. Bahagia dengan cara sederhana dan bisa meraih apa yang diinginkan adalah kesuksesan yang didefinisikan banyak orang. Menjadi diri sendiri dan tetap bertahan ketika menghadapi kegagalan adalah kuncinya, intropeksi diri dan mempunyai rencana yang baik merupakan langkah strategis menuju kesuksesan di tangan.

Dikutip dari buku nasional bestseller Mimpi Sejuta Dolar oleh Merry Riana, seberapapun kuatnya keinginan sukses yang ada di diri tiap orang, sayangnya tidak semua orang mau atau sanggup membayar harga dari kesuksesan itu. Banyak gagal, banyak belajar. Kegagalan adalah ciri perjalanan sukses. Dengan mengalami kegagalan, manusia mendapatkan pelajaran untuk mengetahui cara-cara yang lebih baik. Selalu melakukan perubahan dalam strategi atau pilihan agar kegagalan yang sama tidak terulang lagi. Keluar dari kebekuan pikiran yang cenderung memasrahkan diri untuk hanya menerima nasib yang begitu-begitu saja. Begitu banyak peluang di dunia ini yang sangat memungkinkan untuk meraih sukses. Membangun harapan dan keinginan yang kuat untuk membentuk diri sebagai manusia berharga yang pantas menjalankan pekerjaan yang baik dengan penghasilan yang baik pula.

Manusia memiliki kecerdasan yang menonjol dalam pribadinya, sehingga bisa berkembang dan mempunyai passion di bidang tertentu. Melakukan hal yang berbeda dan keluar dari kotak hanya bisa dilakukan manusia yang berkualitas. Motivasi sukses mudah memengaruhi pikiran orang, namun sukses di tangan pribadi harus melewati percobaan dan kegagalan yang menekan mental dan energi diri. Belajar dari kegagalan dan mengembangkan kemampuan adalah strategi yang jitu untuk menempuh jalan kesuksesan. Ketidakberuntungan bukan bagian dari hidup, tapi kemauan yang turun-naik, itulah penyebabnya.

Selasa, 28 Maret 2017

Kalimat Majemuk

1. Kalimat Majemuk Setara

a. Penggabungan
Kiat hidup sukses adalah selalu bekerja keras dan berani mengambil risiko.

b. Pertentangan
Manusia sukses akan bangun lebih pagi untuk memulai aktivitas  sehari-hari namun manusia pemalas akan bangun kesiangan dan teruru-buru.

c. Pemilihan
Menjadi manusia sukses dengan bekerja keras atau sukses instan dengan membuat perubahan besar itu adalah pilihan.

d. Penguatan
Orang sukses dikenal berani menghadapi risiko bahkan tantangan masa depan yang belum pasti.

2. Kalimat Majemuk Beringkat

a. Waktu
Ciri-ciri orang sukses adalah selalu membuat banyak jalan pintas ketika ia mengalami suatu kegagalan.

b. Sebab
Manusia yang sukses adalah mereka yang mentalnya kuat karena diterpa berbagai masalah dan keadaan yang sulit.

c. Akibat
Orang sukses dalam bidang sains akan terus melakukan eksperimen dan obeservasi hingga ia dapatkan ilmu baru yang dikehendaki.

d. Syarat
Meski manusia memiliki banyak harta dan kuasa jika ia tak berbakti kepada orangtua belum bisa dikatakan sukses.

e. Perlawanan
Orang sukses dalam bidang sosial adalah mereka yang berani menyuarakan perubahan walaupun banyak dari kalangan elite mengecam usahanya. 

f. Pengandaian
Pejuang HAM akan sukses dalam menyelidiki kasus pelanggaran HAM seandainya oknum-oknum yang mata duitan tidak mengganggu jalannya penelusuran.

g. Tujuan
Calon orang sukses selalu belajar dari pengalaman dan tantangan masa lalu supaya ia tidak merencanakan kegagalan di kemudian hari.

h. Perbandingan
Orang sukses yang tidak mau berderma kepada fakir miskin ibarat bunga teratai busuk baunya.

i. Pembatasan
Kehidupan yang seimbang adalah ciri orang sukses kecuali ia digoda harta lalu hilang akal sehatnya bukan lagi seimbang namanya.

Selasa, 14 Maret 2017

Kata - Frasa - Hipotesa

Kata
sukses

Frasa
kunci manusia sukses

Hipotesa
Tekhnologi kian menuhankan diri di segala seluk beluk kehidupan. Menjadikan kebutuhan semakin praktis dan supercepat untuk mengakses informasi di seluruh dunia. Semua manusia menginginkan kesuksesan dalam hidupnya, tak terkecuali janin sekalipun yang berharap sukses dengan fisik dan jiwa yang sempurna ketika lahir ke dunia. Manusia mudah termotivasi dengan cerita sukses orang lain seperti Bill Gates (founder Microsoft), Mark Zuckerberg (founder Facebook), atau Malala Yousafzai (kandidat termuda untuk nobel perdamaian). Bisakah manusia sukses dengan cara praktis? Jawabannya adalah tidak. Menjadi seorang public figurepun sulit dipertahankan karena harus memperbaharui kualitas diri, apalagi yang menjadi viral maka akan cepat lenyap. Kunci manusia sukses terletak pada keseimbangan hidup dalam dirinya, baik di dunia atau akhirat. Sukses tidak melulu diidentikkan dengan kekayaan, namun ketika melalui masa-masa sulit dan tetap bertahan untuk melangkah. Kunci pertama yaitu kenali potensi diri sendiri dan menjadi diri sendiri, mengembangkan kemauan dan kemampuan adalah kewajiban. Kunci kedua yaitu berani melangkah dengan percaya diri dan bekerja keras, menunjukkan karya dan keputusan kepada orang lain. Kunci ketiga adalah meningkatkan fokus, bersabar, dan telaten untuk menghadapi kesulitan dan kegagalan, segera bangkit dan berkarya lagi. Kunci keempat yaitu mulai membahagiakan orang sekitar, orang tua adalah inspirasi dan motivator kehidupan, membahagiakan mereka adalah kebahagiaan juga bagi jiwa manusia sukses. Kunci terakhir, pasrahkan hasil kerja keras, ikhtiar, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ialah yang memudahkan segala urusan manusia. Sebagai manusia sejati, harus terus berkarya dan tidak berhenti melakukan sesuatu, cari dan temukan kesuksesan yang berada di tempat yang ditakdirkan untuk pribadi masing-masing.

Data
Data Lapangan
Kajian Multidisipliner
“Menjadi Mahasiswa Smart, Intelektual, Spiritual, dan Kultural”
Pemateri : Yudi Suharsono, S.Psi., M.Psi. 
Malang, 11 Maret 2017

Data Pustaka
Shihab, Najwa. 2016. Catatan Najwa. Tangerang Selatan: Lentera Hati
Sy, Abbey. 2016. The ABCs of Hand Lettering. Depok: Haru Media.
Yousafzai, Malala dan Christina Lamb. 2014. I am Malala: Menantang maut di perbatasan Pakistan-Afganistan. Bandung: Mizan Pustaka.

Sabtu, 25 Februari 2017

Pelajaran Mengarang - Seno Gumira Ajidarma

Pelajaran Mengarang

Pelajaran mengarang sudah dimulai.

Kalian punya waktu 60 menit”, ujar Ibu Guru Tati.

Anak-anak kelas V menulis dengan kepala hampir menyentuh meja. Ibu Guru Tati menawarkan tiga judul yang ditulisnya di papan putih. Judul pertama “Keluarga Kami yang Berbahagia”. Judul kedua “Liburan ke Rumah Nenek”. Judul ketiga “Ibu”.

Ibu Guru Tati memandang anak-anak manis yang menulis dengan kening berkerut. Terdengar gesekan halus pada pena kertas. Anak-anak itu sedang tenggelam ke dalam dunianya, pikir Ibu Guru Tati. Dari balik kaca-matanya yang tebal, Ibu Guru Tati memandang 40 anak yang manis, yang masa depannya masih panjang, yang belum tahu kelak akan mengalami nasib macam apa.

Sepuluh menit segera berlalu. Tapi Sandra, 10 Tahun, belum menulis sepatah kata pun di kertasnya. Ia memandang keluar jendela. Ada dahan bergetar ditiup angin kencang. Ingin rasanya ia lari keluar dari kelas, meninggalkan kenyataan yang sedang bermain di kepalanya. Kenyataan yang terpaksa diingatnya, karena Ibu Guru Tati menyuruhnya berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, “Liburan ke Rumah Nenek”, “Ibu”.  Sandra memandang Ibu Guru Tati dengan benci.

Setiap kali tiba saatnya pelajaran mengarang, Sandra selalu merasa mendapat kesulitan besar, karena ia harus betul-betul mengarang. Ia tidak bisa bercerita apa adanya seperti anak-anak yang lain. Untuk judul apapaun yang ditawarkan Ibu Guru Tati, anak-anak sekelasnya tinggal menuliskan kenyataan yang mereka alami. Tapi, Sandra tidak, Sandra harus mengarang. Dan kini Sandra mendapat pilihan yang semuanya tidak menyenangkan.

Ketika berpikir tentang “Keluarga Kami yang Berbahagia”, Sandra hanya mendapatkan gambaran sebuah rumah yang berantakan. Botol-botol dan kaleng-kaleng minuman yang kosong berserakan di meja, di lantai, bahkan sampai ke atas tempat tidur. Tumpahan bir berceceran diatas kasur yang spreinya terseret entah ke mana. Bantal-bantal tak bersarung. Pintu yang tak pernah tertutup dan sejumlah manusia yang terus menerus mendengkur, bahkan ketika Sandra pulang dari sekolah.

“Lewat belakang, anak jadah, jangan ganggu tamu Mama,” ujar sebuah suara  dalam ingatannya, yang ingin selalu dilupakannya.

***

Lima belas menit telah berlalu. Sandra tak mengerti apa yang harus dibayangkanya tentang sebuah keluarga yang berbahagia.

“Mama, apakah Sandra punya Papa?”

“Tentu saja punya, Anak Setan! Tapi, tidak jelas siapa! Dan kalau jelas siapa belum tentu ia mau jadi Papa kamu! Jelas? Belajarlah untuk hidup tanpa seorang Papa! Taik Kucing dengan Papa!”

Apakah Sandra harus berterus terang? Tidak, ia harus mengarang. Namun ia tak punya gambaran tentang sesuatu yang pantas ditulisnya.

Dua puluh menit berlalu. Ibu Guru Tati mondar-mandir di depan kelas. Sandra mencoba berpikir tentang sesuatu yang mirip dengan “Liburan ke Rumah Nenek” dan yang masuk kedalam benaknya adalah gambar seorang wanita yang sedang berdandan dimuka cermin. Seorang wanita dengan wajah penuh kerut yang merias dirinya dengan sapuan warna yang serba tebal. Merah itu sangat tebal pada pipinya. Hitam itu sangat tebal pada alisnya. Dan wangi itu sangat memabukkan Sandra.

“Jangan Rewel Anak Setan! Nanti kamu kuajak ke tempatku kerja, tapi awas, ya? Kamu tidak usah ceritakan apa yang kamu lihat pada siapa-siapa, ngerti? Awas!”

Wanita itu sudah tua dan menyebalkan. Sandra tak pernah tahu siapa dia. Ibunya memang memanggilnya Mami. Tapi semua orang didengarnya memanggil dia Mami juga. Apakah anaknya begitu banyak? Ibunya sering menitipkan Sandra pada Mami itu kalau keluar kota berhari-hari entah ke mana.

Di tempat kerja wanita itu, meskipun gelap, Sandra melihat banyak orang dewasa berpeluk-pelukan sampai lengket. Sandra juga mendengar musik yang keras, tapi Mami itu melarangnya nonton.

“Anak siapa itu?”

“Marti.”

“Bapaknya?”

“Mana aku tahu!”

Sampai sekarang Sandra tidak mengerti. Mengapa ada sejumlah wanita duduk diruangan kaca ditonton sejumlah lelaki yang menujuk-nunjuk mereka.

“Anak kecil kok dibawa kesini, sih?”

“Ini titipan si Marti. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian dirumah. Diperkosa orang malah repot nanti.”

Sandra masih memandang keluar jendela. Ada langit biru diluar sana. Seekor burung terbang dengan kepakan sayap yang anggun.

***

Tiga puluh menit lewat tanpa permisi. Sandra mencoba berpikir tentang “Ibu”. Apakah ia akan menulis tentang ibunya? Sandra melihat seorang wanita yang cantik. Seorang wanita yang selalu merokok, selalu bangun siang, yang kalau makan selalu pakai tangan dan kaki kanannya selalu naik keatas kursi.

Apakah wanita itu Ibuku? Ia pernah terbangun malam-malam dan melihat wanita itu menangis sendirian.

“Mama, mama, kenapa menangis, Mama?”

Wanita itu tidak menjawab, ia hanya menangis, sambil memeluk Sandra. Sampai sekarang Sandra masih mengingat kejadian itu, namun ia tak pernah bertanya-tanya lagi. Sandra tahu, setiap pertanyaan hanya akan dijawab dengan “Diam, Anak Setan!” atau “Bukan urusanmu, Anak Jadah” atau “Sudah untung kamu ku kasih makan dan ku sekolahkan baik-baik. Jangan cerewet kamu, Anak Sialan!”

Suatu malam wanita itu pulang merangkak-rangkak karena mabuk. Di ruang depan ia muntah-muntah dan tergelatak tidak bisa bangun lagi. Sandra mengepel muntahan-muntahan itu tanpa bertanya-tanya. Wanita yang dikenalnya sebagai ibunya itu sudah biasa pulang dalam keadaan mabuk.

“Mama kerja apa, sih?”

Sandra tak pernah lupa, betapa banyaknya kata-kata makian dalam sebuah bahasa yang bisa dilontarkan padanya karena pertanyaan seperti itu.

Tentu, tentu Sandra tahu wanita itu mencintainya. Setiap hari minggu wanita itu mengajaknya jalan-jalan ke plaza ini atau ke plaza itu. Di sana Sandra bisa mendapat boneka, baju, es krim, kentang goreng, dan ayam goreng. Dan setiap kali makan wanita itu selalu menatapnya dengan penuh cinta dan seperti tidak puas-puasnya. Wanita itu selalu melap mulut Sandra yang belepotan es krim sambil berbisik, “Sandra, Sandra…”

Kadang-kadang, sebelum tidur wanita itu membacakan sebuah cerita dari sebuah buku berbahasa inggris dengan gambar-gambar berwarna. Selesai membacakan cerita wanita itu akan mencium Sandra dan selalu memintanya berjanji menjadi anak baik-baik.

“Berjanjilah pada Mama, kamu akan jadi wanita baik-baik, Sandra.”

“Seperti Mama?”

“Bukan, bukan seperti Mama. Jangan seperti Mama.”

Sandra selalu belajar untuk menepati janjinya dan ia memang menjadi anak yang patuh. Namun wanita itu tak selalu berperilaku manis begitu. Sandra lebih sering melihatnya dalam tingkah laku yang lain. Maka, berkelebatan di benak Sandra bibir merah yang terus menerus mengeluarkan asap, mulut yang selalu berbau minuman keras, mata yang kuyu, wajah yang pucat, dan pager.

Tentu saja Sandra selalu ingat apa yang tertulis dalam pager ibunya. Setiap kali pager itu berbunyi, kalau sedang merias diri di muka cermin, wanita itu selalu meminta Sandra memencet tombol dan membacakannya.

DITUNGGU DI MANDARIN
KAMAR: 505, PKL 20.00

Sandra tahu, setiap kali pager ini menyebut nama hotel, nomor kamar, dan sebuah jam pertemuan, ibunya akan pulang terlambat. Kadang-kadang malah tidak pulang sampai dua atau tiga hari. Kalau sudah begitu Sandra akan merasa sangat merindukan wanita itu. Tapi, begitulah , ia sudah belajar untuk tidak pernah mengungkapkanya.

***

Empat puluh menit lewat sudah.

“Yang sudah selesai boleh dikumpulkan,” kata Ibu guru Tati.

Belum ada secoret kata pun di kertas Sandra. Masih putih, bersih, tanpa setitik pun noda. Beberapa anak yang sampai hari itu belum mempunyai persoalan yang teralalu berarti dalam hidupnya menulis dengan lancar. Bebarapa diantaranya sudah selesai dan setelah menyerahkannya segera berlari keluar kelas.

Sandra belum tahu judul apa yang harus ditulisnya.

“Kertasmu masih kosong, Sandra?” Ibu Guru Tati tiba-tiba bertanya.

Sandra tidak menjawab. Ia mulai menulis judulnya: Ibu. Tapi, begitu Ibu Guru Tati pergi, ia melamun lagi. Mama, Mama, bisiknya dalam hati. Bahkan dalam hati pun Sandra telah terbiasa hanya berbisik.

Ia  juga hanya berbisik malam itu, ketika terbangun karena dipindahkan ke kolong ranjang. Wanita itu barangkali mengira ia masih tidur. Wanita itu barangkali mengira, karena masih tidur maka Sandra tak akan pernah mendengar suara lenguhnya yang panjang maupun yang pendek di atas ranjang. Wanita itu juga tak mengira bahwa Sandra masih terbangun ketika dirinya terkapar tanpa daya dan lelaki yang memeluknya sudah mendengkur keras sekali. Wanita itu tak mendengar lagi ketika dikolong ranjang Sandra berbisik tertahan-tahan “Mama, mama…” dan pipinya basah oleh air mata.

“Waktu habis, kumpulkan semua ke depan,” ujar Ibu Guru Tati.

Semua anak berdiri dan menumpuk karanganya di meja guru. Sandra menyelipkan kertas di tengah.

Di rumahnya, sambil nonton RCTI, Ibu Guru Tati yang belum berkeluarga memeriksa pekerjaan murid-muridnya. Setelah membaca separo dari tumpukan karangan itu, Ibu guru Tati berkesimpulan, murid-muridnya mengalami masa kanak-kanak yang indah.

Ia memang belum sampai pada karangan Sandra, yang hanya berisi kalimat sepotong:

Ibuku seorang pelacur.


Palmerah, 30 November 1991
Seno Gumira Ajidarma

*) Dimuat di harian Kompas, 5 Januari 1992.  Terpilih sebagai Cerpen Pilihan Kompas 1993. Dikutip dari http://sukab.wordpress.com/2008/02/03/pelajaran-mengarang/


 *********************


RESENSI CERPEN “PELAJARAN MENGARANG” SENO GUMIRA AJIDARMA

Identitas Cerpen
1.      Judul Cerpen               : Pelajaran Mengarang
2.      Pengarang Cerpen      : Seno Gumira Ajidarma
3.      Tanggal terbit               : 5 Januari 1992
4.      Penerbit                       : harian Kompas
5.      Bahasa                        : Bahasa Indonesia
6.      Genre                          : Realita

Sinopsis Cerpen
Cerpen “Pelajaran Mengarang” berisi kisah pelik yang terjadi sepanjang zaman. Dilema seorang bocah yang tidak memiliki Ayah, sang pencari nafkah. Bukan disebabkan ia yatim, bahkan ibunyapun tidak mengetahui siapa bapak dari buah hatinya. Bocah itu tidak terlantar, dalam artian jasad. Namun, emosi jiwanya yang ditelantarkan. Batinnya terluka. Miris teriris masa kanak-kanaknya karena ia memiliki seorang ibu sebagai budak seksual.

Unsur Intrinsik Cerpen
1.      Tema
Kehidupan Seorang Anak Pelacur
2.      Penokohan
  • Sandra  : Protagonis (baik, sabar, dilematis, pemendam perasaan)
  • Mama   : Antagonis (pengumpat, pekerja keras, tidak bertata krama)
  • Mami    : Peran Pembantu (bertanggung jawab, pengumpat)
3.      Alur
Alur Mundur karena menceritakan kilas balik (flashback) kehidupan di rumah sehari-hari ketika  sedang belajar di sekolah.
4.      Amanat
Lebih terhormat dan berderajat sedikit penghasilan dengan pekerjaan yang halal lagi baik daripada hidup mapan karena melayani nafsu seksual para hidung belang.

Unsur Ekstrinsik Cerpen
1.      Kelebihan Cerpen
Cerpen “Pelajaran Mengarang” menceritakan secara lugas dan tegas setiap kata yang dituliskan, Seno Gumira Ajidarma tidak menggunakan kata-kata yang berat/akademis dalam penulisan ceritanya sehingga mudah dipahami oleh khalayak pembaca. Bahasan tentang seks dan anak dengan makna yang dalam menjadikan cerpen ini lebih menarik.
2.      Kelemahan Cerpen
Pilihan kata (diksi) dan perumpamaan (majas) kurang disisipkan Seno Gumira agar lebih membuat kedramatisan cerpen ini. Konflik nyata dari tokoh utama (Sandra) kurang terlihat dan terlampiaskan.

Kesimpulan
Cerpen ini mengangkat cerita yang biasa di kehidupan masa kini, namun menariknya cerita seperti ini tidak akan pernah basi sepanjang zaman. Seno Gumira Ajidarma akan membawa Anda menjadi tokoh Sandra di cerpen ini dan merasakan pedihnya menjadi anak seorang pelacur.

 *********************

Sekelumit Identitas Seno Gumira Ajidarma

Setelah saya merujuk wikipedia.com tentang kehidupan Seno Gumira Ajidarma, saya merasa kagum dan termotivasi. Ia terlahir dari kedua orangtua yang intelek (berpendidikan tinggi), ayahnya bernama Prof. Dr. M.S.A. Sastroamidjodjo dan ibu dr. Poespita Kusuma Sujana. Kehidupan Seno bertolak dengan kedua orangtuanya yang bergelut di bidang eksakta yang terkesan ‘wah’, namun ia lebih menyukai hidup ‘bebas’ dalam artian berkarya dalam seni sastra. Ia adalah sarjana sinematografi, magister ilmu filsafat, dan bergelar doktor ilmu sastra. Ia adalah seniman yang berpendidikan tinggi, pemikirannya sangat kritis dan sensitif yang dituangkan dalam trilogi buku Saksi Mata (kumpulan cerpen) yang menyinggung masalah Timor Timur tempo dulu. Karyanya seperti cerpen “Pelajaran Mengarang” terpilih sebagai cerpen terbaik tahun 1993 di harian Kompas. Saat ini, Seno bergelut di dunia komunikasi dan merupakan seorang penulis Indonesia berbakat.